"Selamat datang di apartemen, Istriku." Kata-kata sambutan yang dilontarkan oleh Raka sembari membuka pintu apartemen sukses membuat Chika mendelik. Gadis itu melayangkan pukulan keras pada lengan suaminya yang kini justru terkekeh geli melihat reaksinya. "Apaan sih, Rak?! Geli banget, tau?" Chika bergidik. Selain merasa cringey, Chika sebenarnya malu dipanggil dengan sebutan Istri oleh Raka yang notabenenya memanglah suaminya. Kendati telah melewati hari selayaknya pasangan muda pada umumnya, tetap saja ini merupakan hal baru bagi keduanya. Itu sebabnya Chika masih merasa canggung. Raka terkekeh. "Sori-sori. Ya udah, yuk masuk!" Pemuda itu mendorong pelan tubuh Chika agar memasuki unit apartemennya. Chika menurut. Sejenak Chika merasa takjub dengan interior apartemen Raka. Benar, apar

