Hari Minggu terasa begitu singkat bagi Chika karena Senin dia masih harus menjalani ujian untuk minggu kedua. Pukul 7 malam dia sudah duduk di meja belajarnya usai makan malam bersama Raka dan Opa. Armand makan malam di luar bersama sang calon istri, Airin, sambil membahas persiapan pernikahan yang sudah matang kendati belum sepenuhnya selesai. Yang jelas pernikahan akan dilaksanakan pada bulan depan dan undangan daring juga sudah disebar. Raka yang baru selesai mandi mendapati Chika tengah sibuk di mejanya. Senyum manisnya terukir. Dia berjalan mendekati Chika dengan satu tangan sedang memegang handuk yang berfungsi untuk mengeringkan rambut basahnya. Tangannya yang bebas terulur dan mendarat di puncak kepala gadis itu. Membuat sang empunya terkesiap pelan dan menoleh. Raka merunduk dem

