"Mama mau ke mana?" Audrey bertanya pada Maya yang keluar dari kamarnya dengan satu koper di tangan. Wajah Audrey tampak sekali terkejut. Levi yang pulang sekolah bersama gadis itu juga bertanya-tanya memperhatikannya. Satu desahan pelan mengawali kalimat yang keluar dari mulut wanita berusia 40 tahun itu. "Mama harus ke Jepang selama seminggu, Sayang. Ada pertemuan mendadak dengan klien, jadi—" "What?! Ma, hari ini 'kan ulang tahunku?" Audrey kini merajuk. Dengan wajah merasa bersalah, Maya mendekati putri semata wayangnya. "I'm sorry, Sweety. I'm really sorry. Pertemuan ini benar-benar sangat mendadak. Mama nggak bisa ninggalin—" "Mama nggak bisa ninggalin pertemuan itu, tapi bisa ninggalin aku yang hari ini berulang tahun?" Audrey menggeleng tak percaya. "Mama jahat!" Audrey berlar

