90. Mobil Itu ...

1106 Words

Pria muda yang kebetulan melintas itu menatap bingung. "Ini buat saya?'' Ervan mengangguk. "Iya." Aluna menatap tidak percaya. Pria itu benar-benar menyebalkan. Tapi tak apa lah. Kali ini sasarannya seorang pria. Ervan merasa puas karena berhasil membuktikan bahwa apa yang ia ucapkan bukan hanya gertakan semata. Tetapi iya mulai was-was ketika pria tidak dikenal itu mulai tersenyum ke arahnya. Senyum yang tampak aneh? "Makasih, Mas. Bunganya cantik deh." Ervan melongo saat pria itu bicara dengan gaya kemayu seperti wanita. Sepertinya ia salah orang. "Masnya mau sekalian minta nomor telepon aku nggak?" tanya pria itu sambil mencolek tangan orang yang memberinya bunga. Ervan meringis sambil mundur. Benar! Kali ini ia salah target. Sebelum ia ikan bunga pada seorang ibu yang menanggapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD