"Bu, aku titip ini. Aku tunggu di mobil,'' ujar Aluna sambil memasukkan biskuit bayi ke dalam troli belanja ibunya kemudian berlalu sebelum mendapat pertanyaan dari wanita paruh baya itu. Meski tampak acuh tak acuh, tetap saja Aluna khawatir Olivia mengambil paksa Sagara karena biar bagaimanapun, wanita itu lebih berhak daripada didinya. Karena itu lebih baik menghindar. "Akh!" Aluna menjerit saat ada seseorang yang menarik gendongan dari arah belakang. Bagaimana jika itu Olivia yang ingin mengambil paksa Sagara? Apa yang harus ia katakan pada Ervan nanti? Pasti pria itu marah besar bahkan mungkin membencinya karena tidak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan. "Eh! Kamu kenapa malah teriak?" Aluna mengenal suara itu. Berbalik dan langsung memukul pemilik suara dengan kesal. "Luna!

