122. Kecupan Pagi

1009 Words

"Lagi ngapain, Mas?" Aluna mendaratkan diri di samping suami yang tengah duduk di balkon kamar seraya menatap rintik hujan yang jatuh membasahi rumput hijau di taman depan kamar. Ervan menoleh. "Mana itu si bocil posesif? Apa dia tidur?" Aluna mengangguk. "Baguslah. Masih kecil udah mau saingan sama ayahnya. Gimana kalau udah besar nanti," ujar Ervan sembari berbaring terlentang dengan kepala dipangkuan sang istri. Aluna terkekeh. "Mas juga. Sama anak sendiri gak mau ngalah." "Harusnya juga anak kecil yang ngalah." "Mana ada!" balas Aluna sembari mencubit hidung sang suami. "Di mana-mana, orang dewasa yang ngalah sama anak kecil. Apalagi masih balita kayak Saga." Pria itu bangkit. Duduk menghadap istri. "Kamu juga dari dulu belain dia terus." "Nah itu tau. Jadi gak usah drama lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD