Bab. 91

1721 Words

Wajah peternak kuda terlihat pucat, sekembalinya dia ke kandang membuat Clara spontan bertanya ada apa gerangan. Namun laki-laki baruh baya itu tak dpaat bicara banyak, yang keluar dari mulutnya hanya desisan ketakutan. “Pergilah,” perintahnya, “saya pikir kalian yang dicari oleh para pendatang itu.” Aku dan Clara saling pandang. Apa maksudnya? Tetapi sigap Clara menarik pergelangan tanganku, dan kami cepat melompat ke punggung kuda. Kuda hita itu meringkih panjang dan kuat, sepertinya dia siap berlari secepat angin membawa kami kemana saja. Clara mengusap-usap pundak kuda. “Kuda pintar, kau akan membawa kami pergi dari sini menuju Villa di atas sana, kau paham?” “Dia sudah mengerti situasinya,” timpalku ikut bangga pada kuda yang kami tunggangi. “Terima kasih sudah membeli kuda kami,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD