“Kamu cantik banget, Rania. Aku gak nyangka kamu bakal jadi pacar aku sekarang.” Kim membelai rambutku, hari ini aku dan Kim kembali bertemu di hunian mewahnya. Di kamar Kim Kurebahkan tubuhku di atas ranjang, dia ada di samping, jari-jarinya membelai helai-helai rambut panjang bergelombang yang kumiliki. Diciumnya rambutku beraroma bunga-bunga segar. “Aku juga gak nyangka bisa berada di sini sekarang.” Jariku menyusuri rahangnya yang terpahat sempurna. Kim laki-laki tampan versi Indonesia, aku pikir, dia cocok jadi aktor, punya badan bagus, tatapan tajam, dan warna kulit yang seksi. Dari mencium rambut, Kim menggelungku seperti ular. Lalu mendaratkan ciumannya ke kening kemudia turun ke bibir. Refleks tanganku mendorong wajahnya, hingga kedua matanya melotot. “Kamu gak suka?” katanya,

