Bab. 83

1393 Words

Shofia tersedu sambil memeluk erat, diciuminya wajahku seperti seorang ibu yang benar-benar ketakutan akan kehilangan sang buah hati, lalu kembali duduk di samping ranjang. Dokter, dan tim, dan seluruh Rumah Sakit ikut berkumpul di ruanganku. Kudengar Dokter yang menanganiku menyebut nama David, aku pikir dia akan melaporkan kejadian barusan pada Dave bahwa seseorang telah mencoba melakukan pembunuhan terhadapku. Jeni sudah dibawa oleh petugas keamanan keluar ruangan, dia akan diinterogasi oleh pihak Rumah Sakit dan polisi karena ketahuan berniat tidak baik. Semua orang terkejut, saat mengetahui tindakan nekat Jeni. Jeni lupa, bahwa ruangan ini memiliki CCTV, tepat di dinding di sudut ruangan tak jauh dari ranjangku. Aku tahu apa yang harus kulakukan ketika genting, tanpa sepengetahuan Je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD