Nayanika

4540 Words

Ia pergi. Tak kutemukan eksistensinya di manapun aku mencari. Tidak di danau angsa. Tidak di taman pintar. Tidak di bawah kolong tidur. Tidak di dalam lemari. Tidak di sampingku. Di mimpiku. Di pikiranku. Aku mencarinya sepanjang hari. Bahkan saat bertanya pada Kiara, hanya gelengan dan kedikan bahu yang kuterima. “Mana kutahu. Kan kamu yang sering sama dia,” itu jawabannya. Sejak semalam ia menegurku tiba-tiba, ia menghilang tanpa kata. Pergi begitu saja. Aku mencoba menyusuri jalan-jalan dan tempat-tempat biasa kami bertemu. Tetap tak ada. Sementara sosok misterius bertopeng porselen itu terus mengawasiku dari jauh. Di teras, aku mondar-mandir dengan ponsel tergenggam erat di tangan. Sekali-dua kali helaan napas berat aku hembuskan kasar. Mataku terbagi memandang ke arah orang misteriu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD