“Kamu bilang ciumanku sangat nikmat.” “Apa!” Anna menutup mulutnya terkejut. Jari- jarinya bahkan gemetar mendengar kenyataan itu. “Bohong.” Anna menolak percaya, tidak mungkin dia berciuman dengan Adam saat sedang tak sadar. Tidak mungkin 24 tahun hidupnya hanya berakhir dengan ciuman tanpa sadar. ‘Ciuman pertamaku hilang begitu saja!’ batinnya berteriak. Adam membuka beberapa kancing kemejanya membuat Anna mengkerut dengan tubuh yang mencapai kursi lalu terjatuh disana. “Mau bukti?” Adam membuka sedikit kemejanya dan menampilkan beberapa bekas merah disana membuat mata Anna membelalak. “Tahu kan ini bekas apa? Dan aku gak perlu jelasin ini ulah siapa.” Anna menelan ludahnya kasar. d**a Adam memiliki bercak merah akibat gigitannya. “Tapi se- setelah itu tidak terjadi a—papun, kan

