Rasa Kasihan

1073 Words

Anna membuka matanya dengan sedikit berat. Pandangannya langsung terarah pada langit- langit rumah sakit. Dia masih disana dan melakukan persiapan operasi yang akan segera dilakukan. Anna tak berhenti bersyukur sebab dokter menemukan sumsum tulang yang cocok untuknya. Siapapun orang itu Anna harap orang itu mendapat kebahagiaan sepanjang hidupnya karena sudah menolongnya. Anna menolehkan kepalanya ke kursi sebelah dimana Adam semalaman menunggunya. Namun saat menemukan kursi itu kosong Anna mengernyit. “Kemana Mas Adam?” Anna menurunkan kakinya, dan melangkah ke arah pintu. Tak ada siapapun disana. Ruang VIP ini terasa terlalu luas untuk Anna, yang merasa sepi dan ketakutan. Rasa sakit di tubuhnya, dan penyakitnya membuat Anna terlalu takut sendiri, hingga Adam meyakinkan jika dia akan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD