Dua hari karantina, Kemala merasa sangat bosan setengah mati, ia bahkan tidak ada keluar kamar sama sekali kecuali berjemur, makan saja ia diambilkan oleh mamak nya, hanya di dalam meratapi nasib yang Indra penciuman dan perasa nya mati tidak berfungsi sama sekali. Hari kedua ini ia masih lemas, dengan kondisi mata yang memerah. Beruntung diri nya tidak memiliki penyakit bawaan yang nantinya berakibat fatal. Saat ini ia tengah duduk santai di depan rumah menatap langsung hangat nya Surya di pagi hari tepat pukul delapan pagi ini. "Belum sembuh, Mal?" Tanya tetangga nya yang kebetulan sedang membersihkan halaman. Kepala Kemala mengangguk. "Ia nek, belum sembuh ini." "Biasanya empat belas hari nya itu tong. Tapi bawa santai aja jangan dipikirkan jadi beban nanti." "Bismillah aja

