Gerald menggenggam erat tangan Anjani diatas pahanya saat mereka berada di mobil sepulang dari liburan mereka. Anjani menyandarkan kepalanya di pundak dan kedua tangannya melingkar di pinggang suaminya itu. Satu tangan Gerald sesekali mengelus lembut rambut Anjani dan mengecupnya. Sesekali pula ia berbisik " I love you " pada Anjani. Genggaman tangan itu bahkan tidak terlepas saat Gerald harus menerima panggilan dari ponselnya. " Iya. Kenapa?" " Saya lagi dijalan. Iya, sama Anjani. Nanti saya hubungi kembali." Anjani membuka matanya yang sejak tadi ia pejamkan .. " Siapa? Mama?" " Bukan sayang. Bukan siapa-siapa. Kamu mau minum? Kita mampir beli minuman ya. Riv, berhenti di kafe depan" jawabnya sedikit kikuk sambil mencium tangan Anjani yang masih digenggamnya. Anjani hanya mengang

