Anjani baru memutuskan teleponnya dan tiba-tiba sebuah tangan menariknya untuk masuk lebih dalam ke taman tersebut. Anjani baru mengetahui kalau di bawah jembatan yang mereka tempati ada sebuah kolam ikan kecil dengan bebatuan warna warni yang menyala dalam gelap. " Ada apa?" tanyanya heran melihat Gerald yang kini berdiri cukup dekat dengannya. Anjani menelah ludahnya karena gugup dengan posisi mereka saat ini. Namun Gerald hanya diam menatap lekat pada Anjani. Kini satu tangannya ada di pinggang Anjani dan tangan yang tadi memegang Anjani kini berpindah di pipi Anjani dan membelainya. "Pak, pak Gerald ngapain? Nanti ada orang pak. Nanti mereka salah paham. Lepasin saya pak" Anjani mencoba melepaskan pelukan Gerald di pinggangnya " Bapak nggak boleh kayak gini, saya nggak mau nanti pa

