SEQUEL – 25

1704 Words

Turun dari wahana tidak membuat perasaan Ryena membaik seperti semula. Denyut jantungnya masih berdetak lebih kencang karena adrenalin memompa sarafnya bekerja lebih cepat, pernapasannya juga tidak seperti orang normal. Bahkan Ryena lupa membawa inhalernya ketika dadanya mulai merasakan nyeri dan pernapasannya yang sedikit tercekat. Bodoh, ia tidak menyangka kalau akan menaiki wahana ini dalam keadaan berbeda. Karena biasanya ia naik dengan menutup mata untuk mengurangi rasa tegang, dan duduk bersama Rio atau Rangga, kali ini justru dengan San yang melototinya saat wahana sedang berjalan. Sekarang, Ryena memisahkan diri dengan dalih izin pergi ke toilet. Di dalam sana, ia berusaha mencari obat yang sekiranya bisa menenangkan dirinya. Tapi, ia lupa membawanya dan tak ada satupun obat yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD