Tidak diketahui alasan sesungguhnya motif seorang San melakukannya. Hanya memang amarah dan pikiran yang sudah dicuci otak oleh seseorang membuatnya tega melakukan berbagai hal yang seharusnya tidak pantas dilakukan oleh remaja. Bahkan, dari kecil, San dididik supaya menjadi seseorang yang kejam dan tak punya hati, serta pendendam yang tak mengenal maaf. "Nyonya, saya sudah meminta mereka untuk bisa membawa orang yang anda minta. Dokter Adimas, saya yakin bahwa ketiganya akan berkumpul dan anda bisa membalaskan dendam," kata San sambil menundukkan badan di depan seorang wanita dengan setelan piyama abu dan dua jarinya mengapit sebatang rokok yang menyala. Kepulan asap itu sangat harum tercium, ia merasa lebih tenang—terlebih setelah menerima pesan dari San. Mood-nya naik dua kali lipat.

