Archen melirik arlojinya, waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam namun penduduk Surabaya seperti masih ingin berlama-lama di luar rumah menikmati malam yang tenang ini. Meski lalu lalang kendaraan dan suara pedagang keliling dapat terdengar sepanjang jalan, tapi bagi beberapa orang itu masih lebih baik daripada berdiam diri di kamar memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu untuk dipikirkan. Bagi sebagian orang rumah adalah tempat yang tepat untuk melepas penat dan beristirahat, tapi bagi sebagian lainnya rumah justru tidak bisa memberi kenyamanan untuk mereka. Seperti yang Athena rasakan malam itu, meski bukan benar-benar rumah melainkan Wisma karyawan, tapi entah mengapa dia tidak ingin pulang malam itu. Bertemu dengan beberapa rekan timnya hanya akan membuat Athena teringat den

