Menerima Tanpa Mengubah

1029 Words

Puncak kemarahan dari seseorang adalah ketika dia tidak lagi peduli bahkan menganggap orang yang membuatnya marah seolah tidak ada. Itu jauh lebih mengerikan dibanding dengan omelan yang meluap-luap. Jika orang periang seperti Sakha memilih diam dalam marahnya, itu berarti dia sudah tidak bisa untuk memaafkan lagi. Bahkan ketika sang mama memohon-mohon padanya untuk tidak pergi, tekat Sakha tetap bulat. Jika selama ini Sakha hanya membawa sebagian barang-barangnya untuk dibawa ke rumah sang paman, kini dia mengangkut semua barang-barang dari rumah orangtuanya. Bukan barang-barang mewah yang dibelikan oleh papa atau mamanya, hanya beberapa barang inti dan pakaian yang dia beli pakai uang dari hasil bekerja. Dan setelah ini, dia tidak akan tinggal di rumah pamannya, Sakha akan mengontrak rum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD