Di luar dugaan, Syarif ternyata ingin pesta pernikahan putrinya digelar secara sederhana. Lagi pula, akhir-akhir ini tugasnya di Pengadilan begitu banyak. Dia sedang menangani kasus besar yang menguras energi, waktu, dan pikirannya. Selain itu, kasus tersebut menyangkut salah satu orang penting di Indonesia, dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di pesta pernikahan putri sematawayangnya. Mengingat hal buruk bisa saja terjadi. Puluhan tahun menjadi hakim membuatnya paham betul sejauh apa orang akan bertindak demi mencapai sesuatu yang mereka inginkan, tidak peduli meskipun tindakan mereka harus membahayakan orang lain. Juga dengan sang Bunda yang tidak terlalu memusingkan segala perayaan apapun, dia tidak keberatan jika hanya mengundang rekan-rekan dosen yang satu kampus den

