Sesampainya di Jakarta, Archen langsung pulang ke rumah dan mendapati tidak ada Karin di sana. Keadaan rumahnya persis seperti saat mereka tinggalkan ke Bali, Archen tahu Karin tidak pulang ke sana. Archen meletakkan barang bawannya di atas sofa, menyalakan lampu yang sebelumnya padam. Teriknya pulau Bali serta teriknya Kota Jakarta membuat tenggorokannya terasa sangat kering. Dia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin. Perutnya keroncongan, Archen menyesal kenapa pula dia tidak menyempatkan diri untuk makan di salah satu restoran di Bandara. Tidak ada bahan makanan di rumah, Archen memang lupa belanja bulanan sementara Karin tidak pernah peduli dengan hal-hal seperti itu. Mau tidak mau Archen harus menyalakan ponselnya yang sejak empat hari lalu dia non aktifkan, dia hen

