Athena segera mengalihkan topik karena pembicaraan makin serius. Dia tidak ingin salah bicara, hubungan dengan Archen kali ini sedang baik-baik saja, dan dia tidak mau menghancurkannya. “Aku sepertinya harus beristirahat lagi.” Ujarnya. Dia kemudian membawa segelas air jahe ke dalam kamar Archen dan menutup pintunya. Di dalam kamar, Athena mengutuk diri sendiri karena sudah memancing pembicaraan serius. Di satu sisi dia sungguh menikmati momen-momen kebersamaan dengan Archen, namun di sisi lain dia juga merasa bersalah pada Sakha. Lantas, pertanyaan Archen barusan membuatnya berpikir, apakah dia benar-benar mencintai Sakha? Atau sesungguhnya itu hanya belas kasihan sekaligus rasa bersalah yang muncul dalam dirinya? Terkadang empati, simpati, dan cinta memang terlihat sama namun sebenarn

