Sweet Wine 19

1066 Words

Calvin melihat ke arah bangunan di hadapnnya, sebuah gedung ruko yang merupakan sebuah apotek. Sebenarnya bukan hanya apotek, di sana juga merupakan tempat beberapa orang dokter praktek. Salah satunya psikiater ternama Ibram yang sudah lama tidak Calvin kunjungi. Dulu saat Ibram masih seorang dokter biasa belum mengambil spesialis kejiwaan Calvin masih sering menyambanginya sebagai teman. "Sudah sejak lama aku memintamu kemari dan baru sekarang kau membuat janji," cibir Ibram ke pada Calvin yang masuk nyelonong begitu saja ke dalam ruang praktek pria itu. "Apa tawaranmu dulu masih berlaku?" tanya Calvin yang tidak menjawab cibiran Ibram tadi. Ibram memperhatikan teman sejawatnya saat bermain di lingkungan komplek dulu, sebenarnya Ibram lebih tua tiga tahun dari Calvin, tetapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD