Henna sudah siap menderap pergi menghampiri Javas dengan kecepatan cahaya. Namun ternyata kecepatan tangan Camelia lebih cepat dari cahaya, dia berhasil menghentikan Henna yang siap mengamuk. "Jangan permalukan diri kamu sendiri Hen," tahan Camelia mencoba menenangkan amarah Henna. "Tapi Mbak, aku cuma mau minta putus secara resmi aja. Aku gak mau digantung kayak jemuran gini, tapi dia enak-enak sama perempuan lain," d**a Henna naik turun karena marahnya sudah membludak, napasnya tidak beraturan dan matanya yang mulai berkaca-kaca. Camelia mengelus pelan bahu Henna yang terbuka karena Henna mengenakan baju kerah sabrina berwarna cokelat s**u. "Tenangin dulu diri kamu, baru hampiri mereka. Oke?" usul Camelia yang merasa kasihan melihat gadis secantik dan sebaik Henna harus dip

