Calvin menahan tawanya saat melihat wajah pucat pasi Henna. Perempuan itu benar-benar langsung bungkam dengan sendirinya. Sedangkan Awan yang berdiri di depan Henna hanya menyunggingkan senyum jahilnya secara terang-terangan. "Maaf Pak Awan, saya yang salah kok," Henna menelan dengan susah payah enzim di dalam mulutnya. Rasanya lidahnya kelu untuk kembali mengomel seperti tadi. "Gak usah sungkan gitu. Aku yang salah kok, apalagi kamu pacaranya Calvin yang artinya kamu salah pun tetap aku yang harus ganti rugi," jelas Awan yang masih dengan senyum jahilnya, kali ini dia melirik Calvin. Pertanda dia sedang menggoda laki-laki yang terkenal dengan kemalasannya berurusan dengan perempuan. Sementara Henna mulai merasa tidak enak, dia hanya diam saja. Setengah hatinya berkata unt

