BBS 24

790 Words

Tak perlu waktu lama keesokan harinya Reno langsung menyambangi kantor rekan bisnisnya tersebut dan dengan mudah ia bertemu dengan Dimas, ia menatap penampilan Dimas yang pagi itu begitu rapi. "Selamat pagi pak Reno, silahkan duduk" ucap Dimas saat menyambut Reno. "Saya kemari bukan untuk urusan pekerjaan" ucap Reno dingin. "Lalu?" tanya Dimas. "Arini, kenal nama perempuan itu? perempuan yang sudah lo rusak dan hancurkan hidupnya" geram Reno. "Arini... Arini yang mana ya?" tanya Dimas, pria itu berpura-pura tak mengenal. "Anda pura-pura tidak atau benar-benar tidak tau" geram Reno. "Maaf sepertinya pak Reno salah orang, saya benar-benar tidak mengenal dan tidak punya teman perempuan yang bernama Arini" bohong Dimas. "Jangan berpura-pura b******k, maaf kalau saya kasar pada anda pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD