Selviana menatap marah putrinya yang baru pulang saat matahari sudah menampakkan diri. Terlebih putrinya tersebut pulang dalam kondisi yang kacau dan sangat berantakan. "Dari mana kamu Arini?" tanya Selviana sambil menatap tajam putrinya. "Nginap dirumah teman" bohong Arini. "Nginap? kenapa kamu gak mangabari mama? kamu tau gak mama dirumah mengkhawatirkan kamu, sementara kamu malah asik-asikan dengan temanmu" geram Selviana. "Mah Arini sudah besar sudah dewasa gak perlulah mama mengkhawatirkan Arini, Arini bisa jaga diri kok" ucap Arini yang kemudian berlalu menuju kamarnya. "Ada apa dengan anak itu gak biasanya dia berani menjawabku" gumam Selviana, mamanya Arini. Arini membanting pintu kamar mandinya, ia berteriak keras meluapkan amarahnya, dan beruntung kamarnya telah di desain k

