Episode 47

429 Words
Akan tetapi insting seorang ibu paham jiks anaknya sedang berbohong kepadanya, krmudian Ibunda Karin bertanya kembali kepada Putri cantiknya, " Kenapa Nak, ibu tahu jika kamu sedang berbohong kepada ibu " Ucap Ibunda Karin sambil memeluk badan mungilnya yang begi erat. " Ya alhamdulilah jika kamu baik baik saja Nak, akan tetapi kenapa kamu tidak izin dengan Pak Kalim atau Alim jika kamu ingin pulang ke rumah? " Tanya Ibunda Karin. " Saya pamit Bu " Balas Karin tetap masih membohongi ibundanya. " Kalau memeang kamu mengabari atau izin di pihak pesanteen, Alim tidak mungkin menghubungi ibu dan menanyakan keberadaanmu Nak " Ucap Ibunda Karin nada yang tegas agar Putri cantiknya menjawab jujur. Karin merasa di tekan secara batin oleh ibundanya, dan ia bingung ingin mrnjawab perkataan apa yang ingin ia jawab. Karin kemudian membalas pelukan ibundanya dan ia berkata ingin menceritakan kejadian sebenarnya. " Begini Bu, pada waktu kemarin Alim menyatakan niat baik nya ingin meminang saya kan bu, lalu kita sudah merencanakan pengajian di pesantren dan Karin belum menghubungi ibu dengan niat baik Alim, karena baru saja dikatakan dan memgadakan pemgajian hanya rasa beryukur jika ada niat baik, akan tetapi saat acara pengajian itu bu, Alim memutuskan ingin membantal kan niat baik nya lalu Karin kecewakan mah, nah Karin memutuskan pergi ke rumah sini mah, Karin malu mah " Tangisan air mata yang deres keluar dari mata Karin dan membasahi pipi cubby nya, masih menutupi satu permasalahn kepada ibundanya. Situasi penuh dengan kesedihan Ibunda Karin kaget mendengar perkataan dari anaknya, ia juga merasa harga diri keluarga di injak injak oleh keluarga Pak Kalim dan tidak terima atas perilakunya terhadap anak semata wayang nya. " Besok kita kesana menanyakan apa yang di maksud dari mereka melakukan seperti itu " Ucap Ibunda Karin sambil menghusap air mata yang ada dipipi anak cantiknya. " Sudah Bu tidak apa apa, saya juga sudah ikhlas atas keputusan mereka " Balas Karin dengan nada halus agar ibundanya tidak mrngampiri mereka. " Ibu tidak terima atas keputusan mereka sepihak tanpa alasan, nanti ibu dan ayah akan kesana menanyakan masalah ini apa yang terjadi " Ucap Ibunda Karin begitu marah. Sedangkan Karin bingung mencari alasan agar orang tua nya tidak mrnghampiri krlurga Alim. Ia merasa gugup dan tingkah nya bikin curiga ibundanya yanh ada di samping Karin. " Kamu krnapa Nak?" Tanya Ibunda Karin. " Tidak apa ap Bu " Jawab Karin seraya menggerakan tangan kirinya ke arah rambut dan menghusap husapnya. " Tapi Bu, fidak usah menghampiri mereka, Karin juga sudah terima atas peristiwa ini " Ucap Karin masih membujuk ibundanya agar tidak menjumpai.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD