Pemaksaan

1509 Words

Lifia sangat gugup saat ini jantungnya berdetak dengan kecang, apalagi Defran tiba-tiba mengangkat tubuhnya saat ia memeluknya dan mendudukkannya disofa. Mata tajam Defran menyelusuri wajahnya hingga membuat tubuh Lifia merasa panas. Apalagi Defran menyelusuri setiap inci wajahnya dengan tatapannya yang seolah sedang menilainya. "Mas...ma..mau ngapain?" Tanya Lifia gugup, Defran dengan mode seperti selalu saja membuatnya gugup dan merasa Defran ingin melakukan sesuatu padanya. "Menurut kamu saya mau ngapain?" Tanya Defran dengan tatapan seriusnya. "Mana aku tahu Mas kamu mau ngapain," ucap Lifia dengan wajahnya yang memerah karena malu. Defran mendekati wajahnya membuat wajah Lifia semakin memerah dan ia sangat malu saat ini. "Mas..." ucap Lifia berusaha mencegah Defran agar tidak melew

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD