Lifia terkadang tidak mengerti dengan pembicaraan keluarganya Defran, ia seolah akan segera menjadi menantu mereka, sementara itu Defrannya sendiri bersikap bukan seperti laki-laki yang memiliki hubungan khusus dengannya. Tapi jika ia pikir Defran Satyas pernah menciumnya tapi hanya menempelkan bibir sebentar saja dan sama seperti dirinya yang juga pernah mengecup singkat bibir Defran, astaga memikirkan itu membuat Lifia malu sendiri. Saat ini Lifia duduk disamping Defran, ia ikut bergabung bersama keluarga besar Satyas. Semua keluarga memang sedang berkumpul untuk sarapan pagi bersama. "Wah...menantuku ini ingat saja kalau Maminya ini suka banget makan kue tradisional kayak gini," ucapnya membuat Lifia tersenyum. "Papi senang kan semua keluarga bisa sarapan sama Papi rame kayak gini,

