Lifia menelan ludahnya jika Defran mengatakan iya bolehkan ia mengatakan jika ia ingin tidur satu ranjang dengan Defran. Astaga belum tidur saja baru memiliki niat seperti ini saja jantungnya telah berdetak dengan sangat kencang. "Aku mau Mas tapi kan...nggak baik kalau kita tidur disatu ranjang," ucap Lifia. "Sejak kapan kamu dan saya telihat baik?" Tanya Defran membuat Lifia menelan ludahnya. Ia bahkan tidak tahu sejak kapan ia merasa sangat nyaman berada didekat Defran dan ia juga bingung sejak kapan Defran menjadi perhatian padanya. Perhatian...ya tentu saja perhatian karena Defran selalu meluangkan waktunya hanya untuk menemaninya. Bahkan setiap malam ia tidak perlu ketakutan atau merasa sedih karena tinggal sendirian. Defran selalu ada untuknya dan itu sangat nyaman untuknya, keny

