Mau dimana

1279 Words

Lifia hanya bisa diam setelah Defran memarahinya, ia tidak menyangka karena kebohongannya Defran juga mengalami hal konyol karena teman-temanya menanyakan resep obat kuat kepadanya. Lifia tahu hal ini pasti membuat Defran sangat marah padanya namun Defran menahan kemarahannya. Ia melihat Defran sedang sibuk membicarakan bisnis dengan berbicara bahasa mandarin yang tidak ia mengerti. Lifia merasa bosan dan ia ingin segera meninggalkan Defran, namun ternyata Defran menarik tangannya ketika ia ingin pergi menjauh dari Defran. Sambil berbincang, Defran bediri lalu ia menarik tangan Lifia agar masuk kedalam kamar mengikutinya, membuat Lifia hanya bisa pasrah melangkahkan kakinya mengikuti Defran. Defran dengan isyarat matanya meminta Lifia duduk disofa dan ia menutup pintu kamar yang menuju ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD