"Kak Gilang," panggil Audy. "Iya, Au?" sahut Gilang. "Tangan lo, Kak," tegur Audy. "Kenapa tangan gue?" tanya Gilang dengan alis terangkat. Sigh. "Lepasin, Kak, " pinta Audy. "Duh, Au," keluh Gilang. Audy makin grogi. "Kak, serius, Kak." "Gue nggak bisa, Au." Audy berdecak. "Lepasin! Lepasin nggak?! Lepasin! Lepasin!" Gilang terbahak dan melepaskan genggaman tangannya pada gadis imut itu. Okay, awalnya memang benar-benar romantis seperti fiksi remaja teenlit dan sebagainya. Gilang yang membantu Audy melepas sabuk pengaman, kemudian tangan mereka tak sengaja bersentuhan, lalu tatapan mereka bertemu. Hanya mereka saja berduaan di mobil dan... wajah yang jaraknya kurang dari dua belas puluh centimeter. Wah! Kalau di film-film remaja Amerika, sekarang adalah waktu yang tepat untuk

