Evan Part 3

2125 Words

Begitu tiba di rumahku atau lebih tepatnya Apartemenku, aku hanya menghabiskan waktuku dengan berbaring di tempat tidurku. Ayah dan ibu melarangku melakukan hal lain selain beristirahat. Padahal aku baik-baik saja, walau tidak dapat ku pungkiri lututku masih terasa perih. Dibandingkan dengan rasa perih di lututku ini, rasa sedih yang kurasakan ini lebih menggangguku.  Aku masih belum bisa melupakan peristiwa mengerikan yang beberapa jam yang lalu ku alami. Pemandangan menyeramkan dari kecelakaan mengerikan itu dan roh-roh yang beterbangan dari tubuh korban mati kecelakaan itu, tak hentinya terbayang di kepalaku. Begitu banyak peristiwa mengerikan yang ku lalui hari ini, tapi bagiku tak dapat mengalahkan rasa sakit di dalam hatiku ini karena perkataan tante Silva tadi. Setiap kali menginga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD