Kubuka kedua mata perlahan, sebuah sinar yang berasal dari lampu yang berada tepat di atas kepalaku seketika membuatku meringis. Kurasakan pula rasa sakit yang belum pernah ku rasakan sebelumnya di punggungku. Apa yang sudah terjadi padaku? Kira-kira pertanyaan itulah yang ada di dalam batinku. “Sean, kau sudah sadar? Syukurlah.” Sebuah suara dari arah samping seketika membuatku terkesiap. Aku tidak menyadari ada seseorang di sini selain aku. Suara itu, sudah tidak asing lagi di telingaku. Suara merdu milik seseorang yang sangat aku rindukan. Ku arahkan tatapanku ke pemilik suara itu. Terlihat dia sedang memperlihatkan sebuah senyuman indah yang selalu sukses membuatku terpesona. “Leslie, ini di mana?” tanyaku padanya, pergerakan yang dia lakukan setelah itu membuatku cukup terkejut.

