Angie menutup kedua matanya, jika dilihat dari bibirnya yang bergerak-gerak itu aku yakin dia sedang melafalkan sesuatu. Tak lama kemudian, kedua mata Leslie yang sejak tadi terpejam perlahan mulai terbuka. Aku terhenyak ketika menatap kedua bola matanya yang berwarna merah menyala, sangat berbeda dengan sebelumnya. Aku ingat beberapa jam yang lalu matanya masih normal. Mungkinkah ini pertanda bahwa hantu itu sudah semakin menguasai tubuh Leslie. Mata Leslie, tidak ... sepertinya lebih tepatnya aku sebut mata hantu itu menatap tajam pada kami. Tatapan mata yang sarat akan sebuah kebencian dan dendam yang membara. “Siapa kau?” tanya Angie yang ditanggapi dengan seringaian oleh Leslie. Angie mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecilnya, melihatnya dengan seksama sepertinya benda itu sebu

