Dinda sampai di rumah sore hari dengan Pamungkas dan Azha yang berada di rumah. Kakaknya itu tidak ada jadwal kuliah hari ini atau mungkin dibatalkan. Tapi dia senang karena bisa bertemu si bungsu nan menggemaskan ini. Langsung saja dia berganti baju dan cuci tangan sebelum diperbolehkan untuk menyentuh adiknya oleh sang kakak. Pokoknya saat akan menggendong Pamungkas, semua harus bersih dan tidak boleh ada yang memakai pakaian yang kotor. Tapi kakaknya akan selalu memganggap pakaian sekolah Dinda itu kotor padahal dia juga tidak goleran di lantai apalagi lapangan. Ada-ada saja. “Adudu... addeknya kakak hari ini bisa ngapain?” gumam Dinda di depan Pamungkas yang tengah bermain sendiri, tidak menghiraukan keberadaan kakaknya yang suka heboh sendiri ketika bertemu dengannya. “Lo udah dih

