Di lorong sebuah kampus di siang hari dengan bata merah sebagai bahan utama temboknya, menjadi latar tempat Kevin saat ini berlarian bersama beberapa temannya. Dia mengejar seorang dosen karena ada tugas yang ketinggalan sebab terselip di tumpukan buku milik salah satu teman mereka. Ini merupakan tugas kelompok dan Kevin sudah tidak berpikir jernih lagi untuk langsung berlari keluar kelas. Dia memanggil nama dosen yang berjalan cukup cepat ini hingga kemudian akhirnya dia mampu mendahului langkah kaki sang dosen. Kevin menghentikan langkahnya di sana yang otomatis membuat dosen terbut berhenti melangkah dan mengernyit bingung melihat Kevin. “Bapak, maaf karena kami tidak teliti sebelum mengumpulkan tugas kami,” ucap Kevin dengan napas yang ngos-ngosan seraya mengulurkan kertas berisi tug

