Mata Hanna terbelalak begitu dia mendengar jawaban Scott. Seorang wanita rela menderita dan berpura-pura sakit hanya untuk menjadi tempat pelarian dari lelaki yang tidak bisa dia raih. Apa yang diharapkan? Tidak bisakah Alicia berpikir jernih untuk memiliki hubungan yang normal? Gelengan kepala Hanna terhadap ucapan Scott hanya ditimpali oleh tindakan mengangkat bahu lelaki yang berdiri di depannya. “Ada apa? Kenapa kalian diam?” tanya Ken yang kini sudah berganti pakaian. “Scott hanya mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal,” jawab Hanna melirik Ken dengan tatapan kagum. Melihat Ken yang memiliki ketampanan luas biasa selalu membuat Hanna menahan napas. Dia adalah wanita yang sangat beruntung dan dirinya tentu akan lebih bahagia lagi kalau Ken percaya padanya.

