21. Bulahot

1652 Words

Dewa melihat keadaan Tari. Kakinya yang terasa nyeri, mengalami memar dan luka goresan yang panjang. Dewa melihat ke arah cahaya matahari yang semakin redup karena terbenam. Ia tidak mungkin meninggalkan Tari di sana sendirian. Sedangkan di depan sana semua rombongan sudah sampai pada cahaya warna-warni berkilauan dari pohon Pancamaya. Mereka berteriak agar Dewa, Acong, dan Tari berlari sebelum pintu gerbang itu tertutup. “Acong, pergilah! Jadilah petunjuk arah!” Dewa meminta Acong untuk berlari menuju gerbang magis pertama yang sebentar lagi akan tertutup. Acong melihat cahaya berkilauan itu semakin meredup bersamaan dengan hampir terbenamnya matahari senja. “Nggak! Kita gendong saja Tari! Lalu kita berlari bersama!” Acong memberi semangat untuk Dewa. Dewa menatap Acong, lalu melihat j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD