19. Menemukan Pohon Pancamaya

1271 Words

Kabut tebal turun menyelimuti alas Saba di siang bolong. Suhu udara berubah menjadi sangat dingin. Mereka terus berjalan dan bergandengan tangan agar tidak ada yang terpisah dari rombongan. Entah mengapa semakin berjalan ke barat rasanya kabut semakin tebal. Jarak pandang pun menjadi sangat terbatas. Mereka hanya bisa melihat tangan temannya, yang bergandengan tangan itu. Tanpa bisa melihat ke arah mana sebenarnya mereka berpijak. Suasana semakin mencekam menyelimuti perasaan mereka. Ketika masing-masing dari mereka sama sekali tidak bisa mendengar suara teman yang lainnya. Mereka merasakan senyap seperti berada di sana sendirian. “Astaga ... apa ini? Sangat senyap ....” Dewa melihat sekitar. Ia hanya melihat tangan Acong yang ia gandeng. “Jarak pandang sangat terbatas ... bahkan aku me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD