Tangan Burhan dia lipat di depan dadanya. “Karena keknya aku udah kalah di tengah peperangan. Jadi aku mundur,” kata Burhan, tapi kemudian dia melanjutkan. “Oke lah... keknya segini aja cukup. Aku pulang duluan , ya?” Lalu setelah mengatakan seperti itu, Burhan pergi sambil melakukan gestur dadah pada Andin. Sedangkan Andin masih diam di tempatnya berdiri, bingung harus merespon apa, jadi dia melakukan dadah juga pada Burhan sampai cowok itu hilang di telan tembok karena berbelok ke kanan, mungkin ke parkiran motor. Jadi... apakah baru saja Burhan baru saja menyerah menyukainya? Mmm... maksudnya cowok itu sudah tidak suka lagi padanya? Atau bagaimana? Andin berpikir keras sambil menahan diri untuk tidak berpikir dia diperebutkan dua cowok selama ini. Namun kemudian Burhan malah mengata

