Segelas Lemon Tea

1042 Words

Pagi menyapa, sinarnya tertumpah melalui jendela-jendela besar ruangan, menerangi sudut gelap yang terasa sunyi. Suara burung bersahutan, menikmati udara pagi yang terasa segar, masih membawa kelembapan hujan sisa semalam. Angin berembus pelan, menggerakkam dedaunan, membuat tanaman menari indah dalam harmoni yang mengejutkan. Di sebuah dapur, seorang lelaki duduk di atas kursi roda, sibuk membuat lemon tea hangat. Senyumnya tampak suram, matanya menyembunyikan banyak hal-hal berat. "Tuan." Bi Siam yang sedang mengupas kentang melirik ke arah Nathan, gerakannya tampak canggung melihat majikannya sibuk membuat lemon tea. Untuk seseorang yang sama-sama mereka ketahui tak ada di rumah ini. Pada akhirnya, nasib lemon tea itu sudah jelas diketahui. Terbuang sia-sia. "Qian suka kopi dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD