Permainan

1074 Words

Qiandra berdiri di sisi jalan, menatap kendaraan yang berlalu lalang, matanya menatap kosong. Di atasnya, ada lampu tinggi, mendesis kecil, sesekali cahayanya berkedip-kedip meragukan. Mungkin sebentar lagi cahaya itu akan mati tak lama lagi. Di bawahnya, kerikil -kerikil kecil bertebaran, bercampur dengan daun kering yang berguguran. Angin sesekali membawa mereka, membiarkan daun-daun berwarna kuning beterbangan dan jatuh lagi ke sisi jalan yang lain. Qiandra menatap jari-jari tangannya yang transparan, rok putihnya yang melambai seolah tertiup angin, dan rambut panjangnya yang tergerai panjang. Jika ada orang yang sungguh-sungguh mampu melihatnya, jiwanya tak ada perbedaan dengan hantu. Mungkin, memang begitulah sebutannya. Menyedihkan. Namun, yang paling menyedihkan bukan eksistensin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD