Berkali-kali Hein menatap jam yang melingkar ditangannya, ia akan terlambat untuk mengantar Dara pergi ke Bandara. Ini semua ulah Karina! Manager baru itu membuat Hein harus datang ke kantor disaat hari libur sekalipun. Sayang sekali ini adalah hari Minggu dimana jalanan Kota Bandung akan selalu padat oleh kendaraan-kendaraan dari Luar Kota. Berkali-kali Hein menekan klakson mobilnya, berusaha agar bisa sampai di rumah Dara tepat waktu. “Kenapa Ibu Karina picik sekali!! Dia mengunakan jabatannya untuk hal seperti ini? Sungguh sangat kekanak-kanakan!” gerutu Hein kesal. “Sial, kenapa dari tadi tidak maju-maju sih!!” Disisi lain, Dara yang sudah menunggu kedatangan Hein sedari tadi dibuat cemas, pasalnya ia suli

