Ada yang baru

1772 Words

Emma masih menatap ruangan Abyan sebelum dia mengikuti Zeni yang sudah menunggunya di pintu keluar seolah tidak sabar dengan gerakan Emma yang menurutnya lambat. “Sudah selesai?” tanya Zeni begitu Emma sudah mendekatinya. “Sudah, Kak.” Berdua mereka berjalan dengan sikap yang berbeda, Zeni sebagai salah satu petinggi di HSP sekalipus putri kedua Samudera Edgar Pravitel berjalan angkuh seolah dunia berada di dalam gengamannya sementara Emma berjalan dengan gerakan kaki yang santai dengan bibir selalu menebarkan senyum pada saat dia bertemu dengan karyawan HSP yang lain seolah mereka semua adalah temannya. Mereka sudah masuk ke dalam lift dan bertemu dengan bebeapa karyawan yang semuanya menatap mereka ingin tahu. Dalam hati kenapa Zeni harus mengajaknya pada saat jam makan siang seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD