Aldric pov
"bagaimana pekerjaanmu al"tanya dady di sela sela makan malam kami
Aku menghentikan kegiatanku dan menatap ke arah dady
"baik baik saja dad"jawab ku sambil meneguk segelas air putih
"kapan kau akan mengambil alih perusahaan kita yang satu lagi"tanya dady
Ya tuhan dady pikir aku ini robot batin ku
"come on dad...bahkan satu perusahaan dady saja itu sudah menyita waktu mudaku...apalagi kalau aku juga mengambil alih perusahaan momy"jawab ku sedikit merengek
"ck kau payah al...di usiamu sekarang dady dulu sudah menjadi pengusaha muda tersukses di negara ini"pamer dady ke arahku
"aku bukan dady...aku tak ingin masa mudaku dihabiskan dengan setumpuk kertas kertas di atas meja"
"kau nya saja yang tidak bisa me manege waktumu al"ucap dady
"ya aku memang tak sehebat dady..."ucap ku menyerah karna tak mungkin menang kalau berdebat dengan dady
Dan look...dady tersenyum penuh kemenangan...oke dad kita lihat kedepan aku bakalan melampaui kesuksesan dady...tanpa melewatkan masa mudaku yang berharga...
"kau juga hebat sayang"ucap seorang wanita dari arah dapur...
Suara lembutnya yang selalu membelaku siapa lagi kalau bukan momy ku...averta zulian
"ya hanya momy yang selalu membelaku mom"
Momy tersenyum hangat ke arahku"kau mau tambah sayang"
"tidak mom...aku tak ingin ottot ottot ku berubah jadi lemak"
"tidak akan al...kalau hanya menambah beberapa sendok saja"jawab momy
"kau harus perhatikan makanmu...sekarang kau selalu lembur...momy tak ingin kau sakit"lanjut momy mengkhawatirkanku
"honey...kau curang"sela dady. .
Ah ayolah aku sudah bisa menebak dady akan protes apa..
"what.?"tanya momy
"kau hanya memperhatikan putra mu saja...aku juga akhir akhir ini selalu lembur.."rengek manja dady...
"apa kau iri pada putramu sendiri Bri...?"
"tentu honey...!"
"ka sangat ke kanak kanakan...baik lah...ini minum jusmu...kau juga harus jaga makanannmu...kau semakin terlihat tua...look kerutan di ujung matamu bri"ah momy ku sangat pintar menggoda...dan lihatlah itu selalu berhasil membuat kesal dady
"honey...apa kau menggodaku..."
"tidak...aku berkata jujur bri...kerutan kerutan di mukamu semakin jelas"
"honey..aku tak setua itu."
"kau memang sudah tua bri...akui saja...bahkan al tahun ini sudah 24 tahun...anak kita sudah dewasa"jawab tata
"ahahahaha"aku tak bisa menahan tawaku lagi melihat wajah dady memerah menahan kesal...
Tawaku benar benar lepas ketika moment moment seperti ini terjadi..di saat bersama keluargaku..
Aku
Aldric alexander pewaris alexander dan averta corp...
Di umur ku yang 24 aku sudah mengambil alih alexander corp..dan itu atas paksaan dady ku brian alexander...
Sebenarnya mengurus perusahaan bukanlah cita citaku...tapi tak ada pilihan bukan...pewaris tahta harus siap untuk memakai mahkotanya...
Lamunan ku terhenti saat momy menegurku...ya lagi dan lagi gara gara masalah yang sama...hanya itu yang selalu di permasalahkan oleh momyku
"al...bukankah momy sudah bilang...berhentilah bermain main dengan pacar pacar mu itu"tegur momy
"mereka bukan pacarku mom"bantahku karna memang mereka bukan pacarku
"lalu berita ini"ucap momy sambil menunjukan sebuah tabloit yang berisi tentangku dan salah satu teman wanitaku
"mereka hanya mengada ngada mom"
"kau selalu memberi jawaban yang sama al"ucap momy terlihat lelah
"bri bicaralah sesuatu.."ucap momy kembali sambil menggoyang goyangkan lengan dady
"echemmm...honey wajar lah dia banyak terkena gosip...lihatlah anak kita itu...dia pewaris 2 perusahaan besar dan yang lebih salahnya dia mewarisi paras tampanku honey...jadi kau tak usah heran"jawab dady entah siapa yang hendak dia puji...aku ataw membanggakan dirinya sendiri
"bri...."
"al kurangilah bermain main dengan calon calon pacar mu itu"ucap dady setelah mendapat tatapan tajam dari momy..
Oh god bukankah dadyku itu bucin...
"akan aku usahakan"jawab ku pasrah sambil beranjak dari ruang makan menuju kamarku
Tak lama ponsel ku berdering
Soni calling...
"al kau dimana.?"
"home"jawabku singkat
"ayolah al...sudah beberapa hari ini kau tak bermain dengan kami"rengek nya dari sebrang telpon
"aku sibuk dude"
"ck aku tau alibi mu selalu sama man"
"ck aku serius"
"cepatlah...kita sedang kumpul di tempat biasa...dan ada juga queen..dia selalu menanyakanmu"
"tak bisa aku ad..."
"cepatlah...kalau tidak jangan harap aku akan berteman lagi denganmu"what apakah sekrang aldric alexander sedang di ancam
Aku menghembuskan nafasku ketika soni mematikan telponnya...ah siall
Terpaksa aku harus mengikuti keinginannya...
"kau mau kemana al.?"tanya momy saat aku menuruni tangga
"hangout mom"
"jangan bikin gosip baru al...momy tak suka"
"tentu mom"ucap ku sambil mencium pipi kiri momy
Dan setelah itu aku melajukan mobil kesayangannku ke salah satu club di pusat kota...
Jalanan tak sepadat biasanya...munkin karna ini sudah agak malam dan juga sedikit gerimis...
Akupun melajukan mobilku sedikit lebih cepat karna situasi yang mendukung...
Ah alangkah baiknya jika jalanan bisa seperti ini setiap saat..angan ku
Dan saat aku melewati tikungan
Brakkkkkk
Seketika aku menghentikan laju mobilku dan segera berlari keluar mobil...
Betapa terkejutnya aku saat melihat kedua orang di depanku yang sudah tergolek dengan sepeda motornya...