Satya POV Aku tidak bisa berhenti memikirkan ucapan Amanda tadi padaku. Entah mengapa itu sangat menyakitiku. Melihatnya lapang d**a soal pertunangan ku dan Reva, sungguh membuatku sangat marah. Aku ingin mengusiknya, aku ingin membuatnya marah, aku ingin membuatnya cemburu, aku ingin ia melarangku atau bahkan aku ingin ia hanya memelukku dan mengatakan ia mencintaiku. Tapi semua tidak ia lakukan. Ia malah mendoakanku dan menganggap aku dan Reva sangat serasi. Dan itu sangat menjengkelkan. Dan mendengarnya merendahkan dirinya sendiri membuatku sangat tidak suka. Sejujurnya, ia adalah wanita yang sangat ku cintai. Aku memuja semua yang ada padanya. Aku hanya marah, aku hanya cemburu ia sangat dekat dengan Arka, dan aku akui aku memang kekanak- kanakan. Aku lalu pamit pada Reva hanya ka

