Touched

1028 Words

" Vik, terus terang... Aku kangen Satya. Sangat... Andai dia ada saat aku harus kembali berhadapan sama Riza. Andai aku punya dia yang akan membela dan berdiri di depan aku. Andai dia bilang - Manda, kamu nggak sendirian. Ada aku. Jangan takut sama apapun-. Andai ada dia disamping aku, Vik..." isak Amanda yang langsung mendapatkan pelukan erat dari sahabatnya yang mengusap punggungnya serta ikut meneteskan air mata. " Aku coba lupain dia, Vik. Tapi aku nggak bisa. Aku bilang aku kuat, tapi aku hancur Vik. Aku nggak tahu harus gimana lagi..." Tanpa Vika dan Amanda sadari ada orang lain yang sedang duduk di belakang mereka dan merekam semua pembicaraan mereka barusan. *** " Selamat pagi, pak Satya..." sapa sekretaris baru Satya yang direkomendasikan oleh rekan bisnisnya. Seorang wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD