Satya sedang menyisir rambut Amanda yang baru saja ia keringkan dengan hairdryer sambil sesekali saling tertawa karena Satya menata asal rambut panjang kekasihnya tersebut. Mereka berdua duduk di tengah tempat tidur dengan Amanda yang duduk bersila sambil memunggungi Satya yang nampak telaten menyisir rambutnya dengan lembut. " Tadi tehnya udah kamu habisin kan?" tanya Satya. " Iya, pak Satya. Udah habis" " Aku nggak mau kamu sakit. Gimana? Enak nggak?" " Enak kok. Aku tuh penasaran apa ada yang nggak bisa kamu lakuin?" " Ng... Kayaknya nggak ada sih. Aku hampir bisa semuanya. Makanya kamu tuh mestinya bangga punya pacar kayak aku." " Idddihh... Narsis banget." Satya tertawa kecil sambil mencoba mengikat rambut sang kekasih. " Aku boleh nanya nggak?" tanya Amanda. " Boleh. Apa?"

